Blackberry Messenger atau BBM

Sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia, BBM menjadi salah satu media komunikasi populer di Indonesia. Hal itu karena image yang berhasil mereka tanamkan pada saat awal peluncurannya, dan kemudahan untuk mulai menggunakannya. Ya, orang mudah untuk mulai menggunakan BBM, karena mereka hanya perlu beli handset produksi dan bermerek Blackberry, dan kemudian mengaktifkan paket Blackberry Internet Service di provider SIM card, maka orang-orang langsung dapat menggunakan Blackberry. Mudah karena tidak perlu daftar, cari username atau user ID, atau bahkan mengingat password. Yang tidak mudah, tentu cari contact yang bisa diajak chattting via BBM. Sayang kan sudah bayar mahal paket Blackberry, tapi ga bisa digunakan karena ga punya contact.

Sebenarnya sudah banyak media chatting berseliweran di ranah internet beberapa tahun sebelumnya, sebelum BBM booming di Indonesia. Umumnya media chatting tersebut juga gratis. Yang tidak gratis, tentu akses ke internetnya. Saat itu pilihan paling mudah dan murah adalah di warung internet atau umum dikenal warnet. Masalah media chatting yang juga gratisan itu cuma satu, SUSAH digunakan karena perlu mendaftar, punya email untuk aktivasi, mengingat user ID dan password. Blackberry beruntung berhasil mengidentifikasi tipikal kemalasan orang pada umumnya, termasuk tipikal orang-orang Indonesia, sehingga booming lah BBM beserta penjualan handset nya.

Beberapa waktu belakangan, pengguna BBM mulai tersadarkan. Mereka mulai merasa ‘terpenjara’ dalam handset Blackberry mereka. Padahal di luaran sana sudah mulai berseliweran handset-handset yang dirasa lebih smart dibanding Blackberry dengan BB OS nya. Handset Nexus besutan Google dengan OS Android nya, serta handset iPhone dengan IOS nya dirasakan lebih smart dan lebih fun. Padahal tidak bisa disangkal, semua handset dengan ketiga OS tersebut tetap saja disebut smartphone yang berarti lebih smart dibandingkan feature phone yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS saja. Dan yang juga banyak terjadi adalah smartphone yang digunakan orang-orang umumnya masih LEBIH PINTAR dibanding pemiliknya. Bisa ditemui, ada orang yang pakai Blackberry tapi tidak membeli atau mengaktifkan paket BIS. Ujung-ujungnya handset miliknya cuma dipakai untuk telepon dan SMS saja, tidak beda dengan handset yang TIDAK PINTAR.

Adalah pendiri media chatting Whatsapp yang menyadari perasaan terpenjaranya para pemilik handset Blackberry yang hanya menggunakan handsetnya untuk chatting. Mereka perkenalkanlah media chatting Whatsapp yang notabene bisa dipakai di handset ber OS BB, Android, maupun IOS. Whatsapp berhasil menjadi populer karena lintas platformnya, dan tentu saja tidak terlalu SUSAH (daftar, cari user ID, mengingat password). Whatsapp dengan cerdik hanya menggunakan nomor ponsel sebagai identifikasi dan SMS sebagai media otentifikasi (hanya sekali di awal penggunaan) saja. Dengan proses yang tidak terlalu susah inilah akhirnya Whatsapp saat ini malah menjadi media chatting terbesar di dunia, melebihi BBM.

Dengan keberadaan Whatsapp, di samping pengguna yang mulai merasa bahwa handset Blackberry sebenarnya tidak terlalu smart dibanding handset ber-OS Android maupun IOS, saat ini Blackberry mulai terpuruk popularitasnya. Bahkan dikabarkan menuju kebangkrutan di era kompetisi yang semakin ketat. Dan kabarnya, pemilik BBM ini rencananya akan membebaskan pengguna BBM yang terpenjara di dalam handset Blackberry untuk bisa bebas menggunakan BBM di handset pilihan pengguna yang menggunakan handset ber-OS lainnya. Tagline mereka adalah BBM 4 All.

Pada saatnya nanti, pengguna Android dan IOS juga bisa menggunakan BBM di handset mereka disamping Whatsapp yang juga sudah terlanjur biasa digunakan. Satu hal yang akhirnya calon pengguna BBM di handset non-Blackberry akan hadapi nanti adalah pada akhirnya mereka juga harus mendaftar, mengingat user ID dan menghafal password. Akhirnya SUSAH juga dong! Harusnya itu mudah saja, kalau pengguna smartphone lebih PINTAR dibanding handset nya. Bagi pengguna BBM yang terlanjur banyak contactnya, tapi terpenjara di Blackberry, tapi juga ingin menggunakan handset yang sepertinya lebih smart dan fun, jalan keluarnya bernama Blackberry ID.

Blackberry ID ini fungsinya adalah mem-backup conctact list BBM kita di server Blackberry sana. Malah sebenarnya, pemilik handset Blackberry baru yang akan mulai menggunakan BBM di handset Blackberry mereka yang sudah ber BB OS 7 maupun 10 sudah harus mendaftar, memilih user ID dan mengingat password nya. Masalahnya adalah, pemilik Blackberry ini masih hafal Blackberry ID dan password nya atau tidak. Padahal Blackberry ID inilah yang akan menyelamatkan penggunanya dari rasa malu dan penilaian tidak smart dari pengguna lainnya. Cirinya orang seperti ini umumnya mudah teridentifikasi ketika dia mulai mengatakan “BB ku hilang, invite PIn ku lagi dong!”.

Padahal, kalau saja dia ingat Blackberry ID dan passwordnya saat orang tersebut mendaftar, dengan mudah semua contact yang pernah seseorang miliki akan pindah ke handset Blackberry baru yang mulai digunakan dengan menggunakan Blackberry ID yang sama. Hal sama juga berlaku bila akhirnya orang itu memilih untuk menggunakan BBM di handset yang dirasakan lebih smart and fun seperti Android dan IOS. Cukup memasukan Blackberry ID yang sama, maka semua contact akan pindah ke handset non-Blackberry-nya.

Lalu bagaimana halnya dengan pengguna handset Blackberry yang lebih berumur, dan belum menggunakan OS 7 ke atas? Pengguna ini harus menginstall software BBM terbaru di handset Blackberry tuanya, install interface Blackberry ID, keduanya didownload dari Apps World. Daftar dan buat Blackberry ID dari handsetnya langsung.
Akhirnya SUSAH juga kan. Atau, pakai saja cara yang paling MUDAH, cukup selembar kertas dan pensil untuk mencatat semua PIN dalam contact list.

Cara lihat PIN contact list dimana ya?
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s