Menyambut kelahiran bayi ke-2

babySetelah sekian lama menunda kehamilan anak kedua, karena suami yang merasa belum siap, akhirnya mengiringi pergantian tahun ke 2014 yang akan terjadi malam ini, kami saat ini sedang menunggu kelahiran anak kedua kami.

Kehamilan anak kedua ini setelah melalui proses menunda kehamilan dengan menggunakan metode pemasangan alat konstrasepsi IUD, atau umumnya dikenal dengan memasang spiral di organ kewanitaan. Alat kontrasepsi terpasang selama sekitar 6 tahun sejak kelahiran anak pertama kami. Dalam 6 tahun tersebut, menghabiskan 3 buah alat kontrasepsi IUD. Sebenarnya, yang benar-benar terpasang hanyalah 2 buah saja, kemana yang 1 lagi ya…

Adalah hal yang agak lucu kejadiannya. Alat kontrasepsi IUD yang pertama terpakai adalah alat kontrasepsi yang gagal terpasang dan terbuang percuma. Ini terjadi saat proses percobaan pertama kali pemasangan alat kontrasepsi IUD di tempat praktek salah satu bidan di bilangan Jakarta Barat. Saat itu sang bidan merasa risih karena saya tidak mau jauh dari suami saat proses pemasangan tersebut, sehingga suami ada di ruang kerja mengawasi sang bidan saat akan memasang alat tersebut. Ternyata hal ini membuat bidan merasa risih/gugup dan gagal memasangnya di percobaan pertama. Hal ini sedikit banyak membuat sang bidan kesal karena satu alat terbuang percuma.

Ah sudahlah, yang penting, saat ini kami sedang menunggu kelahiran anak kedua kami. Setelah rutin memeriksakan kondisi kehamilan setiap bulan, sempat juga jeda dua bulan. Saat ini, dokter kandungan sudah menyarankan kami untuk memeriksakan kondisi kehamilan setiap minggu. Hal ini karena umur kehamilan sudah memasuki masa cukup umur.

Lalu, persiapan apa saja yang sebaiknya dipersiapkan menyambut kelahiran bayi kedua ini?

Setelah cari sana-sini, beberapa hal yang sebaiknya disiapkan menyambut jabang bayi sebagai mana salah satu artikel di web parenting.co.id’ adalah:

1. MENYIAPKAN TEMPAT PERSALINAN
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan

Menjelang memasuki trimester ketiga, sebaiknya sudah mantap memilih proses persalinan yang akan dijalani, apakah persalinan normal atau via operasi Caesar. Tentunya semua calon Ibu baru (lagi) ingin melahirkan secara normal (ada juga sih yang mantap ingin cesar, karena tidak mau melalui masa-masa sulit sebelum proses persalinan normal pada umumnya), akan tetapi tentu ada satu titik dimana kondisi kesehatan ibu hamil dan janinnya akan berpengaruh pada keputusan akhir yang harus diambil.

Juga, sebaiknya ditentukan rumah sakit untuk tempat melahirkan si kecil. Perhatikan jarak tempuh yang harus dilalui dan periksa apakah Anda perlu mendaftar dulu sebelum melahirkan. Untuk menetapkan pilihan, tanyakan pada dokter atau pihak rumah sakit, lihatlah fasilitas yang disediakan dan juga tempat menunggu selama proses persalinan, kebijakan rumah sakit tentang IMD (Inisiasi Menyusui Dini), biaya, dll. Yang pasti, tanyakan semua hal yang Anda anggap penting dan cari tahu juga pengalaman orang-orang yang sudah pernah melahirkan di sana.

2. MENYIAPKAN TAS MAMA DAN BAYI
Kapan? Bulan ke–7 kehamilan.

Isi tas mama:
•    Baju tidur dengan kancing di depan (untuk menyusui) dan baju untuk pulang.
•    Pakaian dalam, bra menyusui dan breast pad.
•    Gurita atau korset, dan alat pompa ASI.
•    Pembalut khusus setelah melahirkan.
•    Keperluan mandi dan make up seperlunya.
•    Bahan bacaan atau mp3 player untuk teman pengusir bosan.
•    Kartu rumah sakit, ponsel dan daftar nomor telepon penting.

Isi tas bayi:
•    Popok kain, atau popok sekali pakai ukuran newborn.
•    Baju, celana, dan topi bayi.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan selimut.

3. MENYIAPKAN KEPERLUAN BAYI
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan

Untuk memudahkan mama, kelompokkan keperluan si kecil menjadi 4 bagian, yaitu:
Pakaian bayi:
•    Popok bayi, baik yang terbuat dari kain biasa atau berbentuk cloth diaper.
•    Beberapa variasi blus, seperti blus berlengan pendek, panjang, dan tanpa lengan. Sebaiknya blus si kecil terbuat dari bahan katun, dan cobalah untuk membeli dalam beberapa ukuran
•    Celana bayi, panjang dan pendek.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan topi bayi.
Kamar bayi:

•    Boks bayi. Ketika memilih, coba perhatikan keamanan dan pastikan bahan yang digunakan tidak beracun.
•    Keperluan boks, seperti bumper, bantal, seprai, sarung bantal, selimut, dan perlak.
•    Meja ganti (baby tafel). Bisa juga merangkap lemari atau laci untuk menyimpan keperluan bayi.
•    Lemari atau rak pakaian. Jika meja ganti belum merangkap rak pakaian, sebaiknya letakkan rak atau lemari berdekatan dengan meja ganti.
•    Sofa yang nyaman bagi mama ketika harus menyusui atau menimang-nimang si kecil.
•    Baik untuk dinding maupun perabot, pilihlah cat dengan bahan nontoxic dan lakukan pengecatan jauh-jauh hari agar bau cat sudah hilang ketika bayi Anda lahir. Catatan: Jangan ikut mengecat kamar bayi ya, Ma. Bau cat yang terhirup tidak baik bagi kesehatan Anda.
Keperluan mandi dan kebersihan:
•    Bak mandi bayi dan karet anti-slipnya.
•    Keperluan mandi, seperti sabun dan shampo.
•    Waslap untuk mandi.
•    Bola-bola kapas berair dan tisu basah.
•    Krim ruam popok, baby oil, dan minyak telon.
•    Sisir bayi, gunting kuku, dan termometer.
Keperluan bepergian:
•    Tas bayi.
•    Selimut bertudung.
•    Gendongan bayi.
•    Stroller dan car seat untuk bayi. Perhatikan segi keamanannya dan produk harus sesuai usia bayi.

4. MENYIAPKAN CALON PAPA
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan.
Catatan khusus:
 Papa memiliki peran yang sangat penting dalam membantu mama melewati masa persalinan. Ada berbagai hal yang harus disiapkan pasangan Anda untuk mengurangi ketegangan saat persalinan:
•    Menyiapkan tas untuk dirinya. Ya, papa juga perlu menyiapkan tas, bila Anda (tiba-tiba) menolak untuk ditinggal sendiri di rumah sakit. Siapkan pakaian ganti, alat mandi, bahan bacaan, serta kamera atau handycam untuk mengabadikan momen kelahiran si kecil.
•    Mengetahui letak tas mama dan bayi disimpan (juga mengetahui isinya!). Jadi, papa tidak bingung saat dimintai tolong untuk mengambilkan sesuatu dari dalam tas.
•    Mencari tahu rute tercepat dan jalan alternatif menuju rumah sakit. Jika perlu, lakukan uji coba terhadap rute ini sebelumnya.
•    Menyiapkan mental untuk mendampingi saat Anda melahirkan. Namun, jangan paksa calon papa untuk masuk ke kamar bersalin ya. Pastikan papa benar-benar siap mendukung proses kelahiran si kecil.

5. MENYIAPKAN CALON KAKAK
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan.
Catatan khusus:
 Untuk hal ini, bekerjasamalah dengan pasangan Anda. Bila perlu, minta juga bantuan orangtua Anda. Coba untuk menyiapkan anak pertama Anda sejak awal kehamilan, dengan mengabarkan padanya bahwa ia akan menjadi seorang kakak.  Biasanya, anak merasa cemas kalau kasih sayang orangtuanya akan berkurang saat adiknya lahir nanti. Jadi, beri ia penjelasan bahwa Anda akan selalu menyayanginya. Ikut sertakan juga kakak dalam mempersiapkan keperluan bayi agar ia tidak merasa terabaikan.
Diskusikan juga dengan papa tentang siapa yang akan menjaga si kakak selama Anda di rumah sakit. Bila mau, ia boleh menginap di rumah anggota keluarga yang sudah dikenal dan akrab dengannya, seperti kakek nenek. Bisa pula, mereka menginap di rumah Anda untuk menemani si kakak. Yang jelas, pastikan ia merasa nyaman dan tetap mendapat perhatian dari Anda dan pasangan. Di hari libur, papa juga dapat membawa si kakak mengunjungi Anda dan adik bayi di rumah sakit, agar ia mulai terbiasa dengan kehadiran adiknya.

6. MENYIAPKAN CUTI HAMIL
Kapan? Bulan ke -6 kehamilan.
Catatan khusus:
 Sejak masa awal kehamilan, sebaiknya Anda sudah memberitahu pimpinan Anda dan memastikan fasilitas cuti hamil atau asuransi pada bagian HRD. Bila memungkinkan, cuti diambil 3 bulan setelah melahirirkan. Selain menjadi hak mama untuk memulihkan kondisi tubuh, masa cuti ini juga merupakan masa bagi si kecil untuk menjalin kelekatan (bonding) dengan Anda dan mendapat ASI eksklusif. Untuk urusan pekerjaan yang Anda tinggalkan, informasikan dan delegasikan tugas pada kolega Anda. Juga beritahukan pada klien nama rekan Anda yang bisa dihubungi selama Anda mengambil cuti melahirkan.

7. MENYIAPKAN SI MBAK
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan.
Catatan khusus:
 Delegasi, itu kata kuncinya. Delegasikan tugas-tugas rumahtangga pada asisten rumahtangga atau keluarga. Jelaskan apa saja yang harus mereka lakukan dan tinggalkan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Jangan lupa, tempelkan daftar nomor telepon penting di dekat pesawat telepon.

8. MENYIAPKAN DIRI UNTUK PROSES MELAHIRKAN
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan.
Catatan khusus:
 Selain mental, siapkan juga fisik Anda untuk proses persalinan yang cukup melelahkan. Jaga pola makan dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan lakukan olah raga sesuai anjuran dokter. Ikuti juga kelas senam atau yoga kehamilan yang bisa membuat Anda lebih rileks serta belajar bernafas dan mengejan yang benar saat melahirkan nanti. Inilah beberapa tanda menjelang melahirkan:
•    Keluar lendir bercampur darah dari vagina.
•    Kontraksi yang jaraknya semakin berdekatan.
•    Pecahnya air ketuban.
Jika tidak yakin dengan tanda-tanda yang muncul, coba hubungi dokter atau rumah sakit. Mereka akan menanyakan tanda-tanda yang Anda alami dan memberitahu apa yang harus dilakukan. Namun, bila air ketuban sudah pecah, jangan ragu lagi Ma. Segera berangkat ke rumah sakit bersalin dan jangan lupa membawa tas perlengkapan mama, bayi, dan papa.

9. MENYIAPKAN DIRI SAAT TANDA-TANDA KELAHIRAN BELUM MUNCUL JUGA
Kapan? Bulan ke-9 kehamilan.
Catatan khusus:
 Jangan panik. Ini mungkin terjadi bila siklus haid tidak teratur atau berlangsung lama. Coba lakukan pemeriksaan rutin dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan melahirkan via operasi caesar.
Di masa ini, Anda mungkin juga akan merasa ‘antiklimaks’ dan depresi, apalagi ditambah pertanyaan orang-orang sekitar tentang waktu perkiraan melahirkan. Tetaplah rileks, Ma. Biasanya, dokter menyarankan agar Anda memperbanyak jalan kaki untuk mempercepat proses persalinan.

10. MENYIAPKAN DIRI UNTUK MASA SETELAH MELAHIRKAN
Kapan? Mulailah mencari info sejak awal kehamilan.
Catatan khusus:
 Setelah 9 bulan, akhirnya bayi kecil yang dinanti-nantikan lahir dan berada di pelukan Anda. Apa yang harus dilakukan? IMD bisa membantu Anda dalam memulai proses menyusui dan menjalin kelekatan dengan si kecil. ASI yang pertama keluar benar-benar istimewa, karena mengandung zat antobodi yang penting bagi bayi.
Di masa-masa ini, mungkin Anda akan dihantui berbagai rasa cemas dan keletihan fisik yang membuat Anda rentan terkena sindroma baby blues. Jangan segan untuk meminta bantuan pasangan dan anggota keluarga Anda. Pastikan juga Anda makan  teratur dan cukup istirahat. Bila Anda bahagia, bayi Anda pasti akan juga bahagia.

 

Semoga semua yang sedang menunggu proses persalinan akan dimudahkan dan diberi keselamatan bagi sang Ibu dan bayinya.

Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s